Keguguran Tanpa Kuret Berbahaya Tidak

Keguguran Tanpa Kuret Berbahaya Tidak?. Sebelum Anda memasuki masa kehamilan yang memang selama ini di tunggu-tunggu, alangkah lebih baik jika Anda mengetahui terlebih dahulu bahaya keguguran tanpa kuret. Hal ini patut di pahami agar ketika terjadi sesuatu terhadap kehamilan Anda, Anda bisa mengatasinya dengan bijak juga dengan perasaan tenang, namun pastinya tidak ada yang mau hal ini terjadi, bukan? Hal ini kami sampaikan hanya untuk informasi semata, agar ibu hamil bisa lebih mengambil tindakan yang bijak terhadap suatu hal.

Keguguran merupakan satu hal yang pastinya tidak di harapkan oleh setiap orang, dan itu artinya hal ini menyatakan berakhirnya masa kehamilan sebelum janin atau bayi yang ada di dalam kandungan mampu untuk hidup di luar rahim. Keguguran itu sendiri memiliki dua macam, yaitu keguguran spontan juga keguguran yang memang di sengaja oleh pelakunya.

Mungkin di antara Anda semua, ada diantaranya yang pernah mengalami keguguran? Dan ketika hal yang tidak di inginkan itu terjadi, pastinya Anda bertanya-tanya, apakah perlu kuret setelah keguguran? Jika perlu, berapa biaya kuret yang harus di keluarkan?

Keguguran menjadi salah satu peristiwa yang sangat menyedihkan bagi semua orang tua, terutama ibu hamil yang mengalaminya. Pada awal setelah keguguran biasanya ibu akan merasa sangat sedih dan mungkin juga takut untuk hamil lagi. Selain itu,  ibu yang mengalami keguguran harus melakukan perawatan medis yang mungkin membuat kondisi fisik menjadi lebih tertekan. Keguguran akan identik dengan kuret yaitu sebuah proses untuk membersihkan ruangan rahim. Efek dari perawatan ini memang tidak mudah dihadapi dan terkadang sulit untuk mengembalikan perasaan ibu seperti semula.

Keguguran adalah sebuah tahap ketika janin yang berkembang dalam rahim dalam waktu tertentu berhenti berkembang atau mengalami kematian. Kondisi ini akan memaksa janin harus keluar dari rahim ibu. Semua ibu hamil bisa mengalami potensi keguguran dengan usia kehamilan yang berbeda-beda, mulai dari proses kehamilan tahap awal hingga tahap akhir. Proses ini akan memaksa sebuah aborsi yang dilakukan secara alami. Keguguran banyak ditemukan pada ibu hamil dengan berbagai usia ibu dan juga usia kehamilan. Resiko tinggi penyebab keguguran biasanya terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan.

keguguran-tanpa-kuret-berbahaya-tidak

Keguguran Tanpa Kuret Amankah?

Lantas, apakah ketika mengalami keguguran, penting untuk melakukan kuret? Dan seperti apa proses kuret itu? Keguguran yang memang membutuhkan tindakan kuret merupakan keguguran yang memang tidaklah lengkap, yakni dimana sisa dari proses kehamilan itu sendiri tidaklah keluar dengan sempurna dan masih ada sisa-sisa di dalam rahim. Dan jika hal ini terjadi dan tidak secepatnya mengambil tindakan kuret, maka akan membahayakan ibu yang mengalami keguguran.

Dan biasanya dokter akan memberikan obat bius kepada Anda yang akan menjalani proses kuret, dan memasukkan suatu alat pembersih ke dalam rahim ibu dengan tujuan untuk membersihkan dari sisa-sisa kehamilan yang masih ada di dalam rahim. Dan sebaiknya, keputusan kuret segera di putuskan oleh keluarga ataupun ibu yang mengalami keguguran itu sendiri, apalagi ketika dokter sudah mulai mengatakan bahwa masa kehamilan ibu sudah tidak bisa bertahan dengan baik serta sudah adanya pendaharan juga gumpalan darah yang keluar dari area kewanitaan.

Dan bahaya keguguran tanpa kuret ini bisa menimbulkan infeksi terhadap rahim. Dan jika mengulas mengenai biaya kuret, sebenarnya biaya yang akan di keluarkan relative murah, karena kuret merupakan satu operasi kecil yang memang tidak membutuhkan waktu lama untuk melakukannya.

Kuret Setelah Keguguran

Kuret adalah sebuah prosedur medis yang paling sering dilakukan untuk membantu membersihkan rahim dari jaringan janin atau bayi yang sudah meninggal. Sebenarnya kuret tidak perlu dilakukan jika usia kehamilan kurang dari 7 minggu. Tapi kuret tetap harus dilakukan jika ternyata masih ada jaringan janin yang tertinggal di dalam rahim. Kuret dilakukan untuk menghilangkan semua jaringan rahim dengan menggunakan sebuah alat khusus yang masuk ke bagian leher rahim dan rahim, seperti pada proses kuret janin tidak berkembang.

Komplikasi

Ada beberapa ibu yang tidak mau menjalani kuret. Hal ini disebabkan karena ketakutan dengan proses maupun pemulihan setelah mendapatkan kuret. Selain itu, ada beberapa komplikasi yang bisa muncul setelah kuret, yaitu :

  • Alergi terhadap jenis obat yang dipakai selama kuret, alergi bisa bermacam-macam dari tingkat berat hingga ringan
  • Ibu bisa mengalami masalah kerusakan leher rahim karena alat yang dipakai saat proses kuret
  • Pendarahan sangat umum setelah kuret namun bisa menyebabkan ibu menjadi lebih lemah
  • Infeksi yang bisa terjadi pada organ reproduksi dan rahim yang bisa mempengaruhi proses kehamilan selanjutnya, misalnya menjadi penyebab kemandulan pada wanita.
  • Timbulnya masalah pada rahim seperti tumbuhnya jaringan tidak normal pada rahim.

bahaya-keguguran-tanpa-kuret

Bahaya Keguguran Tanpa Kuret

Meskipun sebenarnya ketika keguguran terjadi pada usia kurang dari 7 minggu tidak memerlukan kuret, namun ada beberapa hal yang mendorong ibu harus kuret. Ada beberapa bahaya yang bisa terjadi jika seorang ibu pernah keguguran dan tidak melakukan kuret :

 Masalah Kesehatan Rahim

Terjadinya gangguan pada rahim karena jaringan yang mungkin tidak bersih. Gangguan ini bisa menyebabkan penyakit tertentu yang bisa muncul dalam waktu yang cepat maupun lambat. Bahkan ibu yang tidak melakukan kuret setelah keguguran harus melakukan pemeriksaan rahim selama lebih dari enam minggu. Kondisi rahim akan mempengaruhi kondisi kesehatan ibu seumur hidupnya.

Kesehatan rahim pada umumnya dilakukan pada wanita saat :

  • pemulihan pasca operasi caesar
  • menjaga kehamilan agar tetap sehat

 Anemia

Ibu bisa mengalami anemia karena kehilangan darah yang sangat banyak saat keguguran. Hal ini juga bisa menyebabkan ibu mendapatkan resiko infeksi yang lebih parah. Kesehatan organ reproduksi harus mendapatkan pengawasan yang sangat ketat. Selain itu, anemia banyak terjadi pada resiko melahirkan normal.

Pendarahan

Pendarahan berlebihan sering terjadi pada keguguran tanpa kuret. Bahkan pendarahan bisa terjadi mulai dari tujuh hingga lebih dari 30 hari. Terkadang pendarahan akan menyebabkan rasa sakit yang parah dan ini sangat mengganggu untuk kesehatan dan pemulihan ibu yang baru mengalami keguguran. Namun pendarahan ini wajib diwaspadai karena bisa saja terjadi hamil anggur atau kehamilan ektopik.

Tekanan Mental

Ibu yang keguguran tanpa kuret biasanya akan mengalami tekanan yang besar terutama untuk menghadapi kehamilan berikutnya. Selalu ada perasaan takut dan tertekan karena ada hal yang dihadapi dalam rahim. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ reproduksi.

Kanker Rahim

Selalu ada resiko kanker dalam jangka panjang bagi ibu yang pernah mengalami keguguran dan tidak mendapatkan kuret. Hal ini disebabkan karena jaringan yang tidak bersih dalam rahim telah tumbuh menjadi jaringan abnormal. Proses kuret ini akan mencegah bahaya kanker rahim tersebut terjadi.

Kista

Adanya jaringan yang tidak bersih pada rahim juga bisa menyebabkan kista. Kista biasanya akan lebih mudah cepat tumbuh setelah tahap ini. Bahaya kista yang paling parah adalah ketika kista bisa berkembang terus dan berubah menjadi penyakit yang lebih serius atau bahkan menghalangi proses kehamilan selanjutnya.